Rabu, 10 Oktober 2018

VISI DAN MISI PRODI TBI IAIN PALANGKARAYA

Visi dan Misi Prodi TBI

Visi dan misi Program Studi Tadris Bahasa Inggris (Prodi TBI) ditetapkan dengan mengacu pada visi dan misi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) dan visi dan misi IAIN Palangka Raya yang secara resmi ditetapkan pada tahun 2015. Perumusan visi dan misi Prodi TBI berdasarkan pada Statuta IAIN Palangka Raya, Renstra IAIN Palangka Raya 2015–2030, dan Renstra FTIK 2015-2023. Visi dan misi ini tercantum dalam berbagai dokumen seperti Buku Pedoman Akademik IAIN Palangka Raya, Dokumen Kurikulum Prodi TBI 2015, serta berbagai media lainnya seperti website Prodi TBI di http://english.ftik.iain-palangkaraya.ac.id. Keselarasan visi dan misi Prodi TBI dengan visi misi fakultas dan institut mengacu pada cita-cita IAIN Palangka Raya dan karakter lulusan serta jangkauan waktunya. Visi dan misi Prodi TBI IAIN Palangka Raya juga didasarkan pada ketentuan-ketentuan normatif seperti Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta Undang-undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Dalam perumusan visi dan misi Prodi TBI IAIN Palangka Raya, telah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak yaitu pengelola, dosen, mahasiswa, alumni dan pemangku kepentingan(stakeholders). Rumusan visi misi ini selanjutnya dijabarkan dalam tujuan dan sasaran prodi PBI. Permusan visi misi prodi PBI dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut. Pertama, di dalam rapat rutin program studi PBI dibentuklahtim perumus visi dan misi prodi. Kedua, tim perumus mempelajari berbagai dokumen yang terkait dengan visi misi, antara lain statuta institut, serta visi misi dan tujuan fakultas dan institut. Selain itu, tim perumus juga mengkaji kebutuhan stakeholders dan kemudian meminta masukan pihak stakeholders yaitu para alumni, pengguna lulusan, mitra kerja program studi, mahasiswa, dan asosiasi program studi/jurusan. Ketiga, untuk mengetahui dan mempelajari tuntutan pasar global yang terkait dengan kompetensi lulusan yang bisa bersaing dalam dunia kerja nasional dan internasional, tim perumus bersama ketua prodi/jurusan melakukan diskusi internal dan eksternal melalui konsorsium/asosiasi prodi PBI. Berbagai kesempatan yang diikuti seperti Asosiasi (TEFLIN, ELITE)telah dimanfaatkan untuk berdialog dan mengkaji visi misi prodi PBI. Keempat, berdasarkan hasil berbagai kajian tersebut, dirumuskanlah visi misi prodi PBI IAIN Palangka Raya. Kelima, draf rumusan visi, misi, tujuan dan sasaran prodi selanjutnya dipresentasikan dalam rapat tingkat prodi/jurusan untuk mendapat masukan. Rapat tersebut dihadiri oleh para dosen, tenaga kependidikan, dan perwakilan mahasiswa. Tahapan berikutnya adalah draft yang sudah direvisi tersebut dipresentasikan di tingkat fakultas dan institut untuk mendapat masukan dari pimpinan. Keenam, tim perumus melakukan perbaikan perumusan visi misi berdasarkan masukan-masukan yang diperoleh.

Visi     
Program studi yang terkemuka danunggul dalam mencetak sarjana pendidikan bahasa Inggris yang professional dan berkarakter Islami pada tahun 2023.

Misi    

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran dalam bidang pendidikan bahasa Inggris yang berkualitas berlandaskan nilai-nilai Islam.
  2. Melaksanakan penelitian kompetitif yang inovatif untuk pengembangan pendidikan dan pembelajaran bahasa Inggris.
  3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian bidang pendidikan dan pembelajaran bahasa Inggris. 
  4. Menjalin kerjasama secara berkelanjutan dengan instansi, alumni, dan stakeholders guna mengembangkan kualitas program studi dan lulusan.
Tujuan
  1. Menghasilkan sarjana pendidikan bahasa Inggris yang profesional, berkualitas, dan berkarakter Islami yang mampubersaingdalam level regional, nasional, dan internasional.
  2. Menghasilkan sarjana pendidikan bahasa Inggris yang mampu melakukan penelitian kompetitif dan inovatif di bidangnya.
  3. Menghasilkan sarjana pendidikan bahasa Inggris yang mampu menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional dan internasional.
  4. Menghasilkan sarjana pendidikan bahasa Inggris yang mampu mengembangkan perangkat pembelajaran bahasa inggris inovatif berbasis penelitian. 
  5. Menghasilkan sarjana pendidikan bahasa Inggris yang mampu memberdayakan masyarakat sesuai dengan bidangnya. 
  6. Menghasilkan kerjasama yang saling menguntungkan untuk pengembangan program studi dan lulusan.

Selasa, 02 Oktober 2018

Resensi Puisi Jejak Jerit di Tambun Bungai



 
   Judul Buku : Jejak Jerit di Tambun Bungai
                                                 Pengarang :  1. Elis Setiati
          2. Imam Qalyubi
          3. Lukman Juhara
          4. Mohammad Alimulhuda
          5. Noor Hadi
            Penerbit : Cerah Budaya Indonesia
            Tahun Penerbit : 2018
            Tebal Buku : 129 halaman
            ISBN : 978-602-0812-27-4
            Resensi : Hairatul Hasanah
            Judul Resensi : Suara Hati Dari Negeri Borneo
Dalam buku kumpulan puisi yang dibuat dari beberapa penulis puisi yang terkenal di kalimantan tengah ini memiliki berbagai macam puisi, karangan, dan karya-karya yang telah mereka tuangkan didalam buku ataupun puisi lainnya. Salah satu penulis resensi tertarik mengambil judul buku “Jejak Jerit di Tambun Bungai”. Didalam buku ini diceritakan bagaimana kehidupan masyarakat tentang kesenjangan sosial, gambaran mengenai dinamika kehidupan dalam ruang dan waktu yang memperdebatkan kebenaran dan keadilan, menyajikan realita tentang cerut-marutnya pengelolaan kebijakan dan administrasi, menceritakan sumigran yang ulet, gigih dan peduli terhadapa kelestarian lingkungan, selanjutnya dibuku ini menceritakan bahwa anak tidak hanya bisa baca tulis namun juga harus bisa mempersiapkan anak-anak yang memahami dan menguasai ilmu pengetahuan teknologi. Menceritakan kota yang ada diKalimantan Tengah dari awal hingga terjadi perubahan sampai seperti sekarang, dan didalamnya juga memuat sebuah konflik.
Judul puisi pertama dari buku tersebut adalah “air mata literasi” karya Elis Setiati, dalam puisi esai tersebut penulis mengungkapkan kata demi kata yang ditulis, dan yang disampaikan dalam puisi ini membuat hati penulis miris, resah akan bagaimana kemajuan bangsa ini jika seandainya tidak ada seseorang yang memiliki kesadaran akan pentingnya budaya literasi dan membaca, sedangkan kemajuan teknologi zaman sekarang semakin pesat. Kita patut mencontohi tokoh yang ada didalam puisi tersebut, Ia memiliki konep mulia “kami berpartisipasi mencerdaskan masyarakat Kalimantan Tengah khususnya dan indonesia pada umumnya”, tidakkah sangat mulia konsep atau cita-cita dari tokoh dalam puisi tersebut? Maka dari itu untuk generasi muda harus melanjutkan konsep mulia dari tokoh dalam puisi tersebut.
Judul puisi kedua dari buku adalah “jerit kahayan” karya Imam Qalyubi, dalam puisi ini kata demi kata, kalimat demi kalimat yang dilontarkan oleh penulis puisi ini sungguh sangat dengan perasaan dan dengan tutur kata yang indah penuh penghayatan, kata demi kata yang dituturkan juga sangat puitis. Sebagian didalam puisi ini juga menceritakan senjata-senjata, dan tradisi khas dari Kalimantan yang membuat kita bisa menambah ilmu pengetahuan. Sedangkan Judul puisi ketiga dari buku adalah “jejak sumigran, jejak tranmigran” karya Lukman Juhara, dari puisi tersebut penulis mengungkapkan kalimat-kalimat yang dituturkan dalam puisi tersebut sungguh menyentuh hati dan membuat kita sadar betapa sakit dan sedih menjadi seorang sumigran yang tersisih dari kampung halamannya, namun apalah daya kehidupan harus terus berjalan meskipun hati enggan untuk melakukannya. Dari puisi tersebut kita belajar bahwa hidup itu keras bagaikan aspal jalanan yang apabila kita terjatuh disana kita bisa terluka, baik luka kecil ataupun luka besar. Penulis mengutip sebuah kalimat puisi yang mana kalimat ini memiliki arti yang besar untuk penulis resensi “Tiada bahagia tanpa berawal derita. Tiada sejahtera tanpa kerja nyata”.
Selanjutnya judul puisi keempat dari buku adalah “pleido” karya Mohammad Alimulhuda, dari puisi tersebut penulis mengungkapkan rasa marah, sedih, dan benci dari dalam lubuk hati yang paling dalam, membuat pembacanya merasa tegang dalam suatu pertentang dari sebuah puisi tersebut, didalam puisinya ini berisi pro dan kontra, masing-masing merasa dirinya lah yang paling benar. Dari kalimat-kalimat yang penulis puisi tuturkan sungguh akan menimbulkan empati didalam hati sang pembaca nantinya, setiap kata yang dihembuskan dapat menimbulkan penghayatan dan terbawa suasana tegang, sedih, dan gundah yang mendalam ketika kita membacanya. Berbeda dengan puisi terakhir dari buku ini, yaitu karangan Noor Hadi yang berjudul “Senja di Bumi Tambun Bungai”. Ia mengungkapkan sebuah cerita pulau Kalimantan, yaitu Kalimantan Tengah khususnya Kota Palangkaraya yang biasa disebut Kota Cantik awalnya masih banyak hutan belantara, dan jika kita ingin hidup lebih baik maka kita harus rela meninggalkan kampung halaman dan pergi kekota untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Dalam puisi isi mengungkapkan sebuah pertikaian yang saat ini diperdebatkan yaitu seperti masalah perebutan dan keserakahan dalam hal kepemilikan tanah atau sengketa tanah dan hal ini menimbulkan kekacauan yang menyeruak dan keriuhan dimana-mana. Dalam puisi ini, bahasanya sangat jelas dalam tujuan penyampaiannya dan bahasanya sangat mudah dipahami untuk masyarakat yang membacanya dan mudah dihayati untuk para pencinta puisi.
tanah tak bertuan menjadi bertuan
dibekali persuratan
mulai jadi rebutan
penyerobotan pun tak terelakkan”
Dari buku puisi esai provinsi Kalimantan Tengah ini, buku ini sangat bagus untuk penulis puisi, peresensi buku, atau hanya sekedar membacanya saja, karena didalamnya terkandung pesan-pesan moral, nasihat yang cukup bermanfaat untuk kita membenahi diri masing-masing, dan bagi pembaca yang sulit memahami isi kata-kata atau bahasa dalam puisi ini, maka jangan kwuatir karena didalam buku ini dibagian paling bawah disediakan footnote untuk penjelasan kata atau bahasa asing atau bahasa daerah yang mereka gunakan, didalam buku ini ada penjelasannya. Jadi untuk pembaca akan lebih mudah lagi memahaminya. Selain itu yang peresensi lihat didalam buku ini, mungkin hanya ada beberapa kesalahan kecil yang tidak begitu penting, seperti halnya kesalahan satu huruf dalam katanya, bait puisi yang terpotong ke halaman selanjutnya, ada beberapa kalimat yang seperti itu. Tetapi, itu tidak menjadi masalah yang fatal menurut peresensi, dan mungkin ini hanya saran saja sebutannya untuk para penulis puisi, jika mengutip sebuah kata-kata bijak atau pesan-pesan moral hendaknya dicetak miring saja dan diberi tanda kutip (“....”) supaya menjadi pembeda dalam sebuah isi kalimat puisi.
Kesimpulannya dari buku puisi esai provinsi Kalimantan Tengah ini sangatlah bagus untuk pengajaran kita, sebagai menambah ilmu pengetahuan bahwa lingkungan itu sangatlah penting untuk mereka, berisi curahan hati masyarakat pedalaman. Terlihat dari judul-judul yang dibawakan saja sudah menarik. Selain itu dari sampul depan saja kita pasti sudah bertanya-tanya apa sih isi dari buku ini. Bahasa yang ada didalam buku ini pun sangatlah puitis dan jelas, itu menjadi daya tarik dari buku ini serta arah dan tujuannya jelas.


HAIRATUL HASANAH,
Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Sekarang sedang berada disemester awal/ganjil. Lahir di sebuah desa yang bernama Desa Patai Kec.Cempaga Kab.Kotawaringin Timur pada tanggal 28 November 2000. Sejak kecil tinggal di desa Patai, menamatkan sekolah dasar di SDN 2 PATAI, sekolah menengah SMPN 7 CEMPAGA dan sekolah kejuruan SMKN 1 CEMPAGA. Sekarang berdomisili di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.




































100 Mimpiku